Liburan Pertama si Kecil, Apa yang harus Dipersiapkan?

“Libur tlah tiba .. libur tlah tiba..hore..hore..hore..” cuplikan lagu penyanyi cilik ini menggambarkan kegembiraan anak – anak ketika musim liburan datang.

Orangtua juga menyisihkan waktu untuk dapat bersama menikmati liburan bersama buah hati. Tempat tujuan berlibur dapat bervariasi dari dalam negeri hingga luar negeri. Beberapa pertimbangan orangtua dalam pemilihan tempat berlibur dapat berdasarkan fasilitas tempat bermain hingga kesesuaian cuaca tempat yang dituju terutama apabila membawa bayi. Semakin kecil usia anak yang dibawa menjadi pertimbangan kuat karena kekhawatiran orangtua akan kestabilan daya tahan tubuh anak sepanjang perjalanan.

Sebetulnya kekhawatiran ini dapat diminimalkan dengan terlebih dahulu kita mengumpulkan beberapa info berkaitan dengan perjalanan ke tempat tujuan.

Beberapa tips yang dapat kita kumpulkan seperti di bawah ini :

  1. Tentukan tempat tujuan berlibur terlebih dahulu. Hal – hal penting seperti transportasi menuju dan selama di tempat tujuan, akomodasi dan fasilitas yang tersedia merupakan prioritas utama untuk menjamin kenyamanan si kecil.

  2. Cari tahu cuaca di daerah tersebut di waktu yang kita tentukan. Beberapa aplikasi di tautan menyediakan info prakiraan cuaca mingguan. Persiapkan pakaian yang sesuai dan nyaman serta barang lain seperti payung dan topi.

  3. Cari tahu apakah tempat yang di tuju merupakan daerah endemis tertentu seperti malaria, demam berdarah, chikunguya, dll. Beberapa negara mewajibkan pemberian vaksin tertentu seperti vaksin yellow fever, meningitis untuk syarat pembuatan visa.

  4. Penyakit – penyakit yang didapat selama bepergian berupa gangguan pencernaan, gangguan kulit, gangguan pernapasan dan kecelakaan kecil. Gangguan pencernaan yang sering terjadi berkaitan dengan bepergian adalah diare. Penyebab diare yang sering adalah higienitas makanan yang tidak baik.

  5. Persiapan obat – obatan pribadi yang di bawa harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Anak dengan riwayat penyakit kronis dan ada obat rutin yang dikonsumsi perlu perhatian khusus. Mungkin diperlukan surat keterangan dari dokter untuk menerangkan penyakit yang diderita dan obat yang dikonsumsi. Obat – obat pribadi lain yang perlu dibawa adalah obat penurun panas, pilek, batuk, zink, losion penangkal nyamuk, obat untuk alergi, serta obat luar seperti cairan desinfektan, plester, balsam atau minyak kayu putih.

  6. Bawalah barang dan makanan kesukaan si kecil. Ini penting karena dapat menjaga kenyamanan mereka selama perjalanan. Barang – barang seperti makanan kecil, permen, mainan, selimut kesukaan, buku gambar, pensil warna/krayon, dan buku cerita merupakan sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian dan rasa bosan yang melanda selama perjalanan. Usahakan barang – barang ini di taruh dalam tas jinjing sesuai ukuran yang dapat dibawa di kabin pesawat.

  7. Perjalanan menggunakan pesawat terbang pertama kalinya dapat merupakan pengalaman mereka merasakan ketidaknyamanan di telinga sehubungan dengan perbedaan tekanan dalam dan luar pesawat. Untuk menurunkan risiko ini bayi dan anak dapat di susui atau diberikan minum/permen saat pesawat naik dan turun landasan.

  8. Ciptakan suasana ceria dan menyenangkan selama perjalanan. Waktu perjalanan dapat diisi dengan hal – hal edukatif seperti bercerita atau menunjukkan gambar – gambar tempat yang dituju. Mengajarkan beberapa bahasa daerah setempat yang sederhana, budaya dan makanan tradisional, keindahan alam, aktifitas yang dapat dilakukan seperti berenang, bersepeda dan sebagainya. Hal ini dapat menimbulkan keingintahuan anak untuk belajar dan bertanya lebih lanjut serta merangsang kemampuan kognitif, berbahasa dan motorik. Bawalah permainan sederhana yang dapat dimainkan bersama orangtua seperti kartu bergambar, ular tangga atau ludo dapat melatih kemampuan mengingat dan strategi.

Berlibur dengan anak merupakan salah satu cara untuk membuat hubungan antar anggota keluarga semakin erat. Anak – anak juga dapat belajar berinteraksi dengan dunia di luar rumah, bertemu dengan orang dan budaya lain serta beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Hal tersebut mengajarkan kemandirian pada anak lebih dini dan merangsang perkembangan sosial adaptifnya.

Bagi orangtua berlibur bersama merupakan momen tepat untuk bersantai sekaligus sarana untuk memberikan edukasi tambahan di luar pendidikan formal si anak.

Penulis : Dr. Otty Mitha Sevianti, SpA

Reviewer :Dr. Martinus M Leman, Sp.A, DTM&H

Ikatan Dokter Anak Indonesia